Posts

kebahagiaan (part satu)

Apakah kebahagiaan merupakan sebuah persamaan yang dapat dipecahkan?  Seperti sebuah rumus matematik? Atau seperti sebuah premis yang seringkali mendasari semua asumsi dan keyakinan kita. Premis bahwa kebahagiaan itu bersifat algoritmik, bisa diutak-atik dan diperoleh atau dicapai? Seperti masuk sekolah yang diinginkan, atau mendapatkan pasangan yang didamba-damba? Jika berhasil mendapatkan X, maka saya akan bahagia. Jika mendapat seseorang seperti Z, maka saya akan bahagia. Apakah selalu seperti itu, atau justru premis itu sendiri adalah masalahnya? Beberapa bulan belakangan, terlalu banyak kasus konseling yang saya temui atau barangkali sekadar cerita curahan hati teman-teman terdekat yang mengatakan bahwa pasangannya pergi dengan wanita/pria lain. Tidak sedikit yang telah berada dalam ikatan pernikahan dan tidak sedikit barangkali kasus-kasus demikian kita temukan di dalam kehidupan percintaan sehari-hari. Atau mereka yang sudah memiliki mobil kemudian merasa saatnya ha...

#lettertomyself

Dear self, 2017 a year full of contradictions, Yessss, a year of change indeed, as always. A year with ups and and many downs. Some stories came to an end and new stories are about to begin. Then i know, tt’s called life. In 2017 I discovered myself in different ways. I learned that it’s true what they say, what’s meant for me will always find me. What’s not will always pass me by. I’ve learned that letting go is giving me more than my own expectation even its so hard, like letting go your flaws, your partner flaws, your imperfect life because nobody perfect. I realized sometimes laughing at yourself and at certain situations you’re in is necessary. Laugh! Laugh so much until you cry and let it all out. Your heart will feel so much lighter. I learned that my worth has nothing to do with how other people treat me. I mean so!! I don’t really care anymore about others with their hobby  ‘judging’ or ‘labeling’ me with their own mind. In fact it says every...

MELEPAS (part 2)

Ketika orang-orang mengatakan hal buruk tentang kita, melukai, mencurangi, mengecewakan, ternyata terlalu sulit bagi kita untuk membiarkannya berlalu. Terkadang, melepas bukan berarti kita melepaskan sepanjang waktu, tetapi sekadar melepas dan membiarkan segala sesuatu berjalan dengan alami, begitu kata Ajahn Brahm, Sang Biksu dari Thailand yang buku-buku terbitannya sangat menginspirasi.  “Jika kita tidak bisa melepasnya, orang itu terus melukai kita, terus mencelakai kita. Ini adalah hal yang paling aneh, sebab mereka melukai kita tetapi kita melekat terhadap hal itu, sehingga mereka melukai kita lagi dan lagi, setiap kali kita memikirkannya, mereka melukai kita sekali lagi”(Brahm 2011)  Mungkin, pada titik ini kita seperti dipanggil lagi melihat apa yang selama ini paling menyakitkan dari mencoba bertahan terhadap sesuatu yang seharusnya dapat kita lepaskan, meskipun saya tahu, hal ini tak pernah mudah. Kita pasti pernah begitu mencintai dan memiliki banyak mimpi...

tentang penyesalan

Penyesalan adalah hal yang paling mungkin untuk membuat kita putus asa, membuat kita terpuruk, membuat kita merasa paling tidak diinginkan. Penyesalan adalah hal yang paling mungkin menyakiti dan mengecewakan kita, membuat kita bahkan kesulitan mempercayai diri kita sendiri. Siapa yang tidak menyesali, kesempatan yang ada di depan mata, lewat begitu saja karena kelalaian .. Siapa yang tidak menyesali, merasa mampu melakukan sesuatu yang lebih maksimal lagi, tetapi realita berkata lain .. Barangkali, penyesalan adalah pil pahit yang benar-benar harus kita telan dan rasakan. Sekalipun rasanya menyakitkan dan amat sangat tidak menyenangkan, namun siapa yang sangka dampaknya akan berbuah begitu manis. Ketika kita mampu menerimanya menjadi bagian dari hidup kita, mempelajari penyesalan tersebut, dan berusaha untuk tidak terjatuh pada kesalahan yang sama. Penyesalan sejatinya tidak datang begitu saja, ia datang membawa segudang pembelajaran.

MELEPAS (part 1)

"Salah satu bagian terpenting dari melepas adalah mencintai diri sendiri dan memutuskan untuk bahagia” Barangkali kita memiliki pengalaman tersendiri dengan melepas.  Entah apa yang terlihat salah dengan kata “melepas”. Nampaknya kerap kali mengucapkan, seperti ada perasaan berat, berbeban, sedih, menyebalkan, dukacita. Melepas, memang tak semudah mengucapkannya, ada begitu banyak hal yang membuat kita terlalu sulit melakukannya.  “Melepas, menjadikan lepas, membiarkan lalu, pergi, berangkat,    berlayar, dan berbagai makna melepas lainnya.” Melepas nyatanya tidak hanya identik dengan sebuah hubungan percintaan antara sepasang kekasih, tetapi juga bermakna lebih luas dari itu. Ketika kita bersahabat dan mendapatkan pengkhianatan, kita belajar melepas. Ketika kita bekerja dan memiliki sebuah tujuan yang ternyata belum saatnya dicapai, kita belajar melepaskan. Apa yang dilepaskan? Tergantung apa yang selama ini kita tahan di dalam di...

journal-journey

PERFECTLY IMPERFECT Ada kalanya dalam hidup kita diperjumpakan dengan begitu banyak hal yang membuat kita menyadari, barangkali akan ada mimpi yang begitu sulit diraih, barangkali akan ada cita-cita yang terlalu jauh untuk dituju, barangkali kita tidak akan bisa selamanya bersama dengan pasangan kita saat ini, barangkali pekerjaan yang kita jalani sekarang bukan pekerjaan yang akan kita jalani sampai pensiun nanti, barangkali orang yang tadinya hanya ada jauh di sana, bisa menjadi teman dekat yang kita percaya dalam hidup, barangkali, apa yang tadinya tidak kita takutkan menjadi ketakutan, barangkali, selama ini kita pikir kita kuat dan hebat, ternyata belum tentu barangkali, selama ini kita pikir kita lemah dan tak mampu, ternyata belum tentu.... Hidup ternyata penuh dengan kemungkinan dan dijalani oleh setiap orang dengan karakter yang berbeda. Menyuguhkan pengalaman tersendiri bagi kehidupan kita, menjadi pelajaran yang mungkin selama ini kita tolak. Belajar mendengar da...