Posts

Showing posts with the label SURVIVE

PERNIKAHAN

Pernikahan bisa jadi rasanya jauh sekali dari angan,  bisa jadi juga begitu dekat, datang tak terduga. NAMUN Pernikahan bukan semata karena ‘aku ingin menikah’ Bukan juga semata karena ‘pas’, pas ada yg mau nikahin, pas mau nikah juga ..   Pernikahan membutuhkan proses dan pertimbangan yang tidak mudah. Proses untuk memantapkan hati, mental, pikiran, termasuk keuangan. Bukan sekadar karena melihat teman-teman yang lain sudah menikah. Pun kita perlu bertanya pada diri sendiri, ‘sudah siapkah aku?’ Ada banyak cara dan jalan, barangkali salah satunya ngobrol dengan orang tua perihal berkeluarga, dengan teman yang sudah berkeluarga, atau orang yang kompeten dalam dunia pernikahan, juga yang paling penting tanya Tuhan. Setiap orang pasti bertumbuh dan berubah, ada satu waktu kita punya lima kriteria, di waktu yang lain kita mengubah kriteria. Pada waktu-wktu lainnya lagi, kita menghapus semua kriteria dan bersedia menerima sosok yang hadir, hanya karena ingin menikah. Jangan, perni...

AMPUNI KAMI YA TUHAN #PENGAMPUNAN

Sungguh ampuni kami, Kami mendengar apa itu kerendahan hati, diusungkan di dalam berbagai khotbah maupun isi buku, juga terdapat dalam kutipan-kutipan manis yang sengaja kami cari tetapi, kami masih mengarahkan segala sesuatu kepada diri kami sendiri, kami mengisi hati kami dengan kesombongan hati kami penuh dengan perasaan ‘akulah yang paling penting’ kami lupa, lupa bahwa Engkau, Tuhan yang memikul kayu salib, memberantas habis apa itu perasaan ‘akulah yang istimewa’ Engkaulah yang adalah anak Allah, tetapi dengan setia, dengan berpeluh darah, dengan badan penuh luka dan hati yang remuk memikul tugas mulia, yang terbalut dalam kerendahan hati melewati segala rundungan yang diteriakkan, bukan saja pada hari penyalibanMu tetapi lebih dari itu padahal Engkau anak Allah di atas kayu salib, dicemooh tak henti-hentinya tak terbayang bagaimana remuknya hatimu, padahal Engkaulah, Tuhan yang maha mulia seperti kala Engkau menjawab godaan iblis d...

#lettertomyself

Dear self, 2017 a year full of contradictions, Yessss, a year of change indeed, as always. A year with ups and and many downs. Some stories came to an end and new stories are about to begin. Then i know, tt’s called life. In 2017 I discovered myself in different ways. I learned that it’s true what they say, what’s meant for me will always find me. What’s not will always pass me by. I’ve learned that letting go is giving me more than my own expectation even its so hard, like letting go your flaws, your partner flaws, your imperfect life because nobody perfect. I realized sometimes laughing at yourself and at certain situations you’re in is necessary. Laugh! Laugh so much until you cry and let it all out. Your heart will feel so much lighter. I learned that my worth has nothing to do with how other people treat me. I mean so!! I don’t really care anymore about others with their hobby  ‘judging’ or ‘labeling’ me with their own mind. In fact it says every...

MELEPAS (part 2)

Ketika orang-orang mengatakan hal buruk tentang kita, melukai, mencurangi, mengecewakan, ternyata terlalu sulit bagi kita untuk membiarkannya berlalu. Terkadang, melepas bukan berarti kita melepaskan sepanjang waktu, tetapi sekadar melepas dan membiarkan segala sesuatu berjalan dengan alami, begitu kata Ajahn Brahm, Sang Biksu dari Thailand yang buku-buku terbitannya sangat menginspirasi.  “Jika kita tidak bisa melepasnya, orang itu terus melukai kita, terus mencelakai kita. Ini adalah hal yang paling aneh, sebab mereka melukai kita tetapi kita melekat terhadap hal itu, sehingga mereka melukai kita lagi dan lagi, setiap kali kita memikirkannya, mereka melukai kita sekali lagi”(Brahm 2011)  Mungkin, pada titik ini kita seperti dipanggil lagi melihat apa yang selama ini paling menyakitkan dari mencoba bertahan terhadap sesuatu yang seharusnya dapat kita lepaskan, meskipun saya tahu, hal ini tak pernah mudah. Kita pasti pernah begitu mencintai dan memiliki banyak mimpi...

MELEPAS (part 1)

"Salah satu bagian terpenting dari melepas adalah mencintai diri sendiri dan memutuskan untuk bahagia” Barangkali kita memiliki pengalaman tersendiri dengan melepas.  Entah apa yang terlihat salah dengan kata “melepas”. Nampaknya kerap kali mengucapkan, seperti ada perasaan berat, berbeban, sedih, menyebalkan, dukacita. Melepas, memang tak semudah mengucapkannya, ada begitu banyak hal yang membuat kita terlalu sulit melakukannya.  “Melepas, menjadikan lepas, membiarkan lalu, pergi, berangkat,    berlayar, dan berbagai makna melepas lainnya.” Melepas nyatanya tidak hanya identik dengan sebuah hubungan percintaan antara sepasang kekasih, tetapi juga bermakna lebih luas dari itu. Ketika kita bersahabat dan mendapatkan pengkhianatan, kita belajar melepas. Ketika kita bekerja dan memiliki sebuah tujuan yang ternyata belum saatnya dicapai, kita belajar melepaskan. Apa yang dilepaskan? Tergantung apa yang selama ini kita tahan di dalam di...

journal-journey

PERFECTLY IMPERFECT Ada kalanya dalam hidup kita diperjumpakan dengan begitu banyak hal yang membuat kita menyadari, barangkali akan ada mimpi yang begitu sulit diraih, barangkali akan ada cita-cita yang terlalu jauh untuk dituju, barangkali kita tidak akan bisa selamanya bersama dengan pasangan kita saat ini, barangkali pekerjaan yang kita jalani sekarang bukan pekerjaan yang akan kita jalani sampai pensiun nanti, barangkali orang yang tadinya hanya ada jauh di sana, bisa menjadi teman dekat yang kita percaya dalam hidup, barangkali, apa yang tadinya tidak kita takutkan menjadi ketakutan, barangkali, selama ini kita pikir kita kuat dan hebat, ternyata belum tentu barangkali, selama ini kita pikir kita lemah dan tak mampu, ternyata belum tentu.... Hidup ternyata penuh dengan kemungkinan dan dijalani oleh setiap orang dengan karakter yang berbeda. Menyuguhkan pengalaman tersendiri bagi kehidupan kita, menjadi pelajaran yang mungkin selama ini kita tolak. Belajar mendengar da...